KATAKAMI KATAKAMI

Mantap, JK Siap & Memang Sangat Pantas Dicalonkan Partai Golkar Sebagai CAPRES

Bendera Merah Putih

Wapres

DIMUAT DI WWW.KATAKAMI.BLOG.FR (Dimuat pertama kali di KATAKAMI.COM Februari 2009)

JAKARTA (KATAKAMI) Mantap ! Itu kata pertama yang pantas disampaikan kepada Partai Golkar yang semakin menunjukkan jatidiri sebagai sebuah partai politik besar yang mapan dan tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa sebagai partai politik pemenang Pemilu Legislatif 2004.

Mengapa mantap ? Ya, karena mereka akan mengajukan Calon Presiden (Capres) dari kalangan internalnya sendiri yaitu Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla (JK).

Setelah sempat dilecehkan oleh seorang pengurus parpol lain yang sebenarnya termasuk partai yang ?tak besar-besar amat? ? bahwa Partai Golkar ini paling-paling akan memperoleh suara 2,5 % dalam Pemilu Legislatif 2009 mendatang ? tampaknya para Petinggi Partai Golkar mulai tersadarkan bahwa Partai Golkar jauh diatas angin dalam hal perolehan suara dibandingkan parpol dari pengejek yang sangat tidak santun dalam berpolitik itu.

Untuk yang pertama kalinya, JK bersedia menyatakan kesediaan dirinya maju sebagai CAPRES.

Dalam keterangan pers di Istana Wapres, Jumat (20/2/2009) siang, JK mengungkapkan kesediaannya dengan bahasa diplomasi sebagai seorang politisi yang cerdik dan santun

Sebagai ketua DPP Partai Golkar, saya tidak bisa berbicara lain selain dari apa yang diinginkan dan diputuskan dari bawah. Akan tetapi ini tentu sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan Partai Golkar. Keputusan formal Partai Golkar akan dilakukan bulan April dalam Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus). Rencananya awal bulan Maret akan dilakukan penjaringan dari bawah dan nanti April akan diputuskan dalam Rapimnasus,? kata JK.

JK mengatakan bahwa demi kepentingan bangsa dirinya sejak dulu siap menjadi apa saja.

Sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golkar, usai menghadiri Rapat Konsultasi Nasional di kantor DPP Partai Golkar Slipi Rabu malam, menemui Kalla untuk meminta kesediaannya sebagai capres.

Sebelumnya yaitu dalam sebuah forum pembekalan di kantor DPP Partai Golkar beberapa hari lalu, Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Surya Paloh mengatakan bahwa Partai Golkar jangan ?dijual murah? bahwa seolah-olah Partai Golkar ini akan mengiyakan saja pencalonan SBY-JK.

Sedikit-sedikit yang diangkat hanya dukungan untuk melanjutkan duet ?SBY-JK?.

Pernyataan Surya Paloh ini adalah sebuah pencerahan untuk memulihkan harkat, martabat dan kepercayaan diri sebagai kader dari parpol pemenang Pemilu Legislatif 2004 yang tentu akan berusaha mempertahankan posisi mereka pada Pemilu Legislatif yang akan digelar tanggal 9 April 2009 mendatang.

Sangat tepat buah pikiran dari Surya Paloh.

Ada kekuatan yang kokoh dan mengakar dari parpol bernomor urut 23 ini sehingga tak usah ada yang latah melontarkan wacana-wacana bahwa duet SBY-JK harus tetap dilanjutkan pada Pilpres 2009.

Sebab, dari pihak yang berkepentingan saja seakan cuma dijadikan ?ban serep? karena yang dianggap lebih ?sexy? untuk dijual pada Pilpres 2009 adalah pasangan ?SBY-SM? alias pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Capres dan Sri Mulyanie sebagai Cawapres. Walaupun memang, wacana ?SBY-SM? ini tampaknya baru di uji-cobakan ke tengah masyarakat.

Laku atau tidak ?

Layak dijual atau tidak ?

Kalau misalnya JK adalah Ketua Umum dari partai gurem, ya monggo-monggo saja mau memasangkan SBY dengan siapapun dalam menghadapi Pilpres 2009.

Walaupun posisi JK didalam kabinet adalah sebagai Wakil Presiden, tetapi kedudukannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang tercatat sebagai partai terbesar dan memenangkan Pemilu Legislatif 2004, uji coba mengawinkan nama SBY dengan nama-nama lain (selain nama JK) dapat diartikan sebagai sebuah ejekan politik.

Seolah-olah yang namanya JK akan sangat tergantung dari SBY saja jika mau maju dalam Pilpres 2009.

Ups, nanti dulu !

Silahkan saja SBY mencari pasangan atau jodoh politiknya dalam Pilpres 2009. JK, juga sudah saatnya untuk disiapkan dan dimatangkan pencalonannya sebagai CAPRES yang diusung oleh Partai Golkar.

Sehingga, para Pengurus dan Kader Partai Golkar sudah bisa mulai mencarikan jodoh politik JK untuk ditempatkan sebagai CAWAPRES.

Misalnya saja, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Hidayat Nurwahid, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Jenderal Polisi (Purn) Sutanto dan Suryadharma Ali.

Tidak berarti kalau DPP PDI Perjuangan memajukan CAPRES dari kalangan perempuan, maka untuk bisa merebut suara kalangan perempuan harus diambil kandidat cawapres dari kalangan perempuan.

Itu jaminan !

Mau mengambil kandidat cawapres dari kalangan perempuan yang sangat pintar, hebat, berwawasan dunia dan sangat berpengalaman tinggi misalnya, yang terpenting bagi rakyat adalah apakah calon-calon itu bersih atau tidak ?

Dan pasti akan dipertimbangkan, apakah punya cacat cela dalam moralitas dan rekam jejak dalam pengabdiannya kepada bangsa atau tidak ?

Sebab kadangkala, didalam hidup ini ada juga kecenderungan untuk tidak menyadari bagaimana penilaian atau pendapat orang lain. Barangkali karena terlalu PD alias percaya diri.

Padahal bisa jadi, sebagian masyarakat sudah tahu bahwa misalnya tokoh A punya cerita tersendiri yang sangat pribadi dengan pihak-pihak lain sehingga image atau tanggapan orang menjadi negatif.

golkar

Kesiapan JK maju sebagai CAPRES 2009 adalah sesuatu yang memang sudah ditunggu oleh sebagian masyarakat. JK pantas dicalonkan secara resmi oleh Partai Golkar menjadi CAPRES 2009. Sebab, JK adalah Ketua Umum mereka.

Untuk apa mencalonkan orang atau nama lain, sementara JK hanya ditempatkan sebagai CAWAPRES ?

Padahal perolehan suara Partai Golkar diramalkan tidak akan jauh berbeda posisinya seperti Pemilu Legislatif 2004. Paling tidak, posisi 3 tiga besar masih ada ruang yang pantas bagi partai yang berlambangkan pohon beringin ini.

JK pantas maju sebagai CAPRES. Mantap, tak perlu ragu mengatakan seperti ini kepada SBY, ?Mohon Maaf Bapak Presiden, partai politik yang saya pimpin memberikan mandat kepada Ketua Umum-nya untuk menjadi Calon Presiden. Sehingga, sesuai dengan peraturan yang berlaku maka Pejabat Wakil Presiden harus cuti bila memang bisa cuti kampanye atau mengundurkan diri bila memang harus mengundurkan diri?.

Yang penting, JK mengikuti aturan main yang berlaku.

Dulu, SBY saja tidak demikian.

Main mundur saja dari jabatan sebagai Menkopolkam, sebuah jabatan yang sangat prestisius dalam sebuah Kabinet Pemerintahan. Hanya karena ditegur bahwa sikapnya sebagai anak kecil, seolah-olah teguran itu adalah penzaliman yang sangat kejam dari pihak yang sedang berkuasa.

Sejarah harus diluruskan bahwa dalam masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri tidak ada penzaliman kepada pihak manapun, termasuk kepada para menteri atau bekas menteri dalam Kabinet Pemerintahan Gotong Royong.

Dulu, SBY memang sudah dari jauh-jauh hari sangat kuat ambisinya untuk berkuasa dan ingin maju sebagai CAPRES.

Bayangkan jika saat ini, SBY punya model menteri yang ambisius seperti itu, apakah SBY bisa tetap tenang bekerja dan tidak berburuk sangka kepada ?menteri yang mbalelo? dengan orientasi ingin menuju puncak kekuasaan ?

Jadi kalau sekarang JK akan dicalonkan secara resmi oleh Partai Golkar dan JK sebagai pribadi pun telah menyatakan kesiapannya, why not ? Toh keputusan tentang siapa yang akan menang menjadi PRESIDEN pada Pilpres 2009, tergantung pada pilihan rakyat Indonesia.

Rakyat dapat mempertimbangkan sebaik-baiknya, sesuai dengan kata hati.

Siapa yang akan dipilih sebagai Presiden berikutnya ?

Megawati, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Wiranto, Rizal Ramli ? atau mau tetap SBY ?

Vox Populi. Vox Dei. Atau dalam bahasa Inggris dikatakan, ?The voice of the people [is] the voice of God.?

Suara rakyat adalah suara Tuhan.

(MS)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: