KATAKAMI KATAKAMI

Juni 20, 2009

President Barack Hussein Obama on Iran: "The World is Watching"

Filed under: iran,katakami,president barack obama,world news — katakamikatakami @ 7:00 am

FRIDAY, JUNE 19TH, 2009 AT 6:48 PM

Speaking to Harry Smith of CBS News, the President explains his thinking on Iran:

Q Let’s move on to the news of the day. The Ayatollah Khamenei gave his speech today, gave his sermon. He said that the election in Iran was, in fact, legitimate. He said, “The street demonstrations are unacceptable.” Do you have a message for those people in the street?
THE PRESIDENT : I absolutely do. First of all, let’s understand that this notion that somehow these hundreds of thousands of people who are pouring into the streets in Iran are somehow responding to the West or the United States, that’s an old distraction that I think has been trotted out periodically. And that’s just not going to fly.
What you’re seeing in Iran are hundreds of thousands of people who believe their voices were not heard and who are peacefully protesting and seeking justice. And the world is watching. And we stand behind those who are seeking justice in a peaceful way. Already we’ve seen violence out there. I’ve said this throughout the week, I want to repeat it, that we stand with those who would look to peaceful resolution of conflict and we believe that the voices of people have to be heard, that that’s a universal value that the American people stand for and this administration stands for.

And I’m very concerned, based on some of the tenor and tone of the statements that have been made, that the government of Iran recognize that the world is watching. And how they approach and deal with people who are — through peaceful means — trying to be heard will I think send a pretty clear signal to the international community about what Iran is and is not. But the last point I want to make on this — this is not an issue of the United States or the West versus Iran; this is an issue of the Iranian people.

The fact that they are on the streets, under pretty severe duress, at great risk to themselves, is a sign that there’s something in that society that wants to open up. And, you know, we respect Iran’s sovereignty and we respect the fact that ultimately the Iranian people have to make these decisions.

But I hope that the world understands that this is not something that has to do with the outside world; this has to do with what’s happening in Iran. And I think ultimately the Iranian people will obtain justice.
Q People in this country say you haven’t said enough, that you haven’t been forceful enough in your support for those people on the street — to which you say?
THE PRESIDENT : To which I say, the last thing that I want to do is to have the United States be a foil for those forces inside Iran who would love nothing better than to make this an argument about the United States. That’s what they do. That’s what we’re already seeing. We shouldn’t be playing into that. There should be no distractions from the fact that the Iranian people are seeking to let their voices be heard.

What we can do is bear witness and say to the world that the incredible demonstrations that we’ve seen is a testimony to I think what Dr. King called the “arc of the moral universal.” It’s long but it bends towards justice.
(DIKUTIP DARI SITUS GEDUNG PUTIH)
Iklan

Juni 19, 2009

Kisruh Politik Berdarah Terjadi Iran, Tapi Anehnya Ada Segelintir Politisi AS Yang Lancang, Sok Hebat Tapi Malah Jadi Salah Tuding Ke Muka OBAMA

Filed under: ahmadinejad,iran,president barack obama — katakamikatakami @ 12:08 pm

Jakarta 19/6/2009 (KATAKAMI) Ada saja yang dijadikan kontroversi oleh pihak yang telah berlalu kekuasaannya dan juga yang jelas-jelas KALAH MUTLAK pada pertarungan politik di AMERIKA SERIKAT. Baik itu rezim dari duet yang dicaci-maki oleh mayoritas warga dunia karena kejahatan kemanusiaannya yaitu Bush – Cheney, atau pihak John McCain yang terbukti “TAK BERKUKU” dalam memenangkan Pilpres AS bulan Novvember 2008 lalu.

Dan yang dijadikan target sasaran selalu Barack Hussein Obama !

Ada yang dianggap salah, lemah, berlebihan atau berkekurangan. Seakan-akan, pihak pengkritik yang sudah “BERLALU MASANYA” ini, menjadi figur yang paling sempurna dibandingkan seluruh rakyat Amerika yang ada di muka bumi ini.

Ada sebuah syndrome yang sangat berbahaya bagi kesehatan jasmani dan rohani — dan jelas ini harus diwaspadai — yaitu POST POWER SYNDROME.

Bagi siapapun yang kekuasaannya telah berlalu atau ambisinya untuk berkuasa tak kesampaian, patut mewaspadai serangan syndrome yang sangat memprihatinkan itu.

Barack Hussein Obama, mendadak dituding-tuding tak jelas sikapnya atas hasil dan situasi terakhir di IRAN. Lho, apa urusannya Pilpres di Iran dan kisruhnya situsasi keamanan di Iran, pasca kemenangan Ahmadinejad ?

Tidak ada urusannya dan tidak kaitannya semua perkembangan taktis itu terhadap diri Barack Hussein Obama.

Sebagai seorang pemimpin dunia, politisi dan negarawan sekaliber Baraco Hussein Obama tentu akan menghormati nilai-nilai demokrasi di semua negara yang ada di muka bumi ini.

Tidak lantas karena ia sekarang menjadi PRESIDEN AS ke-44 (yang notabene BERHASIL menyingkirkan John McCain) dari panggung persaingan politik yang alot tahun 2008 lalu), maka Obama bisa seenaknya intervensi dan COMEL merecoki urusan dalam negeri negara lain.

No way !

Percayalah, Barack Hussein Obama tidak akan pernah mau lancang dan kurang kerjaan merecoki urusan dalam negeri negara lain — seakan-akan, tugas utamanya sebagai PRESIDEN AMERIKA SERIKAT sangat enteng sehingga ia sengaja mencari-cari “pekerjaan” lain di negeri tetangga manapun di muka bumi ini.

Bush, Cheney atau McCain, serta para politisi pendukung mereka yang agenda utama partainya adalah mau menyodok kredibilitas danb wibawa pemerintahan Obama lewat “beraneka-ragam” isu yang diramu dengan bermacam-macam bumbu, sebaiknya tahu diri dan tahu malu sedikitlah.

Bush, Cheney atau McCain, serta para politisi pendukung mereka yang terbiasa merecoki negara lain — bahkan Bush dan Cheney yang sok hebat melakukan INVASI di sejumlah negara atas nama PERANG MELAWAN TEROR — harus segera menyadari bahwa kelakukan-kelakuan yang buas bagai binatang serigala sehingga menjungkir-balikkan nilai-nilai kemanusiaan, hukum dan HAM di muka bumi ini, sudah tak laku lagi untuk terus dipertahankan.

Situasi terakhir yang di Iran, adalah situasi logis yang bisa saja terjadi dimanapun juga, sebagai dampak dari percaturan politik yang carut marut antar elite politik di negara tersebut. Disinilah dibutuhkan kelenturan sikap dari Ahmadinejad bahwa kemenangan tak harus dijaga dengan “TANGAN BESI”.

Situasi terakhir di Iran, adalah situasi logis yang bisa saja terjadi di manapun juga, sebagai dampak dari kekecewaan pihak yang kalah dan TAK SIAP KALAH dalam percaturan politik yang carut marut antar elite politik di negara tersebut.

Mari kita sejenak mengingat situasi menjelang Pilpres di Iran beberap waktu lalu. Ahmadinejad dan rival utamanya yaitu Mousavi “jualan kecap kampanye” dengan topik menggempur ISRAEL sampai luluh lantak.

Coba diingat kembali, bagaimana garang dan lantangnya mereka menegaskan bahwa bila mereka yang terpilih maka ISRAEL akan dihancurkan sampai titik darah penghabisan.

Luar biasa !

Ahmadinejad dan Mousavi sama-sama lupa bahwa jangankan ISRAEL, negara mereka sendiripun yaitu IRAN akan mudah mencapai dan tiba pada titik kehancuran kalau antar elite politik di sana tidak punya satu kesamaan yang fundamental yaitu : SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Sekali lagi, dalam percaturan politik di negara manapun maka semua kandidat harus secara kesatria menyadari dan melaksanakan asas yang paling mutlak diberlakukan dalam diri mereka masing-masing yaitu : SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Jangan jauh-jauh bermimpi atau berencana menyerang dan menggempur ISRAEL sampai rontok rata dengan tanah. Bagaimana mereka mau menggempur Israel, antar elite politik didalam negeri mereka sendiri saja, tak bisa akur !

Kasihan sekali, seluruh dunia menyaksikan cakar-cakaran dan demonstrasi yang menelan korban jiwa, hanya karena tidak punya itikat baik di masing-masing kubu yaitu SIAP MENANG DAN SIAP KALAH.

Aparat keamanan di Iran, tentu harus tunduk sepenuhnya kepada perintah dari Yang Mulia Presiden Ahmadinejad. Selain karena saat ini kekuasaan yang sah secara konstitusi ada di tangan Ahmadinejad, ternyata pemenang Pemilu Pilpres adalah Ahmadinejad juga.

Jika memang ada kecurangan disana-sini, pihak yang kalah atau pihak yang merasa dirugikan tak perlu mati-matian mengorbankan nyawa lewat serangkaian aksi unjuk rasa yang berdarah-darah. Tempuh saja proses hukum yang berlaku di negara itu !

Dan sekarang kalau pertanyaannya di balik, hak apa yang dimiliki oleh Barack Hussein Obama untuk memerintahkan Ahmadinejad tidak menangkapi demonstran atau memerintahkan Ahmadinejad untuk membatalkan kemenangannya dalam Pemilu Pilpres agar rival utamanya yang keluar sebagai pemenang ?

Barack Hussein Obama, tentu sangat tahu menempatkan dirinya.

Barack Hussein Obama, tentu sangat menghormati urusan dalam negeri dari negara lain.

Barack Hussein Obama, tentu tidak ingin menjerumuskan bangsa dan negaranya menjadi pihak yang lancang untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Apakah yang diharapkan oleh sebagian pihak, Barack Hussein Obama mengumumkan bahwa AMERIKA SERIKAT akan menginvasi Iran atas nama demokrasi dan membela hak-hak para demontran pendukung Mousavi ?

Kalau ada yang berharap seperti itu didalam hati atau angan-angannya, maka kalimat yang paling tepat untuk disampaikan — seperti istilah anak gaul di Indonesia ini — GILA KALI LU !

Apa yang dilakukan oleh AMERIKA SERIKAT, khususnya oleh Presiden Barack Hussein Obama dalam menanggapi situasi perpolitikan di Iran, sudah sangat tepat dan memang itulah yang semestinya dilakukan.

Bukan Barack Hussein Obama yang harus didorong-dorong merecoki atau mencampuri urusan dalam negeri IRAN. Jika memang dalam pandangan dunia, sudah sangat parah situasi di Iran, maka yang harus turun tangan adalah PERSERIKATAN BANGSA BANGSA (PBB).

Sekjen PBB Ban Ki Moon harus cepat mengambil tindakan yang sesuai dengan prosedur atau ketentuan yang berlaku secara universal.

Bagi semua negara dan warga dunia yang menghormati nilai-nilai demokrasi maka yang justru harus disampaikan kepada Barack Hussein Obama adalah respek dan hormat yang tinggi.

Terimakasih Yang Mulia Presiden Obama, sedikitpun anda tidak menunjukkan hawa nafsu atau ambisi yang setara dengan kelakuan MONSTER dalam tatanan internasional.

Obama jsutru membuat dan mengangkat martabat AMERIKA SERIKAT menjadi lebih mengagumkan, karena proses demokratisasi di negara lain di hormati dan dibiarkan berjalan pada rel yang sesungguhnya.

Bukan seperti sepasang pemimpin yang barangkali sekarang menderita POST POWER SYNDROME yaitu Bush dan Cheney.

Dan bukan juga seperti seorang “calon pemimpin” yang KEOK alias KALAH TELAK pada pertarungan Pilpres di AS yaitu John McCain.

Kecian deh lo !

Ada satu kalimat bijak yang perlu diingatkan kepada mereka-mereka yang lancang menyalahkan Obama yang tidak mau merecoki Iran yaitu :

“MULUTMU ADALAH HARIMAUMU !”

Cobalah Bush dan Cheney mematut diri alias bercermin di depan kaca. Sudah cukup hebatkah, sudah cukup berhasilkah, dan apakah memang tidak sedikitpun kesalahan atau pelanggaran di bidang hukum, HAM dan nilai-nilai kemanusiaan — semasa menjabat dulu ???

Kalau tidak salah ingat, banyak sekali desakan agar kedua pemimpin ini ditendang saja ke muka peradilan yaitu menghadapi “IMPEACHMENT”

Mau diadili ?

Dan untuk pihak yang kalah. Ya, tahu diri sajalah. Fakta membuktikan, anda memang tidak hebat-hebat amat, Tuan Mc Cain. Mau diapakan lagi ? Urusan dalam negeri orang lain, mana bisa dicampuri. Memangnya, Iran punya nenek moyang anda ?

Jadi ?

Tutup mulut anda semua, hai tuan-tuan yang tidak bisa menghormati nilai-nilai demokrasi di negara lain ! Shut up !

Lalu Presiden Ahmadinejad, juga harus lebih bijaksana serta menahan diri dalam mengambil semua kebijakan di bidang keamanan nasional negaranya. Kemenangan sudah di tangan, apalagi yang harus dikuatirkan ?

Betapa malunya Iran di kancah internasional. Selama ini sok jago dalam urusan nuklir, tetapi mengurus urusan politik dan keamanan di negaranya saja, tak bisa. Jangan membunuhi rakyat. Demokrasi, tidak harus dan tidak membutuhkan “TUMBAL NYAWA !”.

Hanya orang tak beragama, sesat dan sangat kesetanan yang tega-teganya menempuh cara-cara “TUMBAL NYAWA” untuk urusan proses demokratisasi di negaranya.

(MS)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.