KATAKAMI KATAKAMI

Bagaimana Cara Jelaskan Ke Rakyat Indonesia, Patut Dapat Diduga Ada Fakta Politik Yang Dipaksakan Soal Hasil Quick Count Pemilu ?

good friday Merah PutihNew

DIMUAT DI WWW.KATAKAMI.COM

JAKARTA (KATAKAMI) Jujurlah pada rakyat. Hanya itu sekarang yang paling penting untuk disampaikan kepada pihak manapun yang patut dapat diduga melakukan berbagai kecurangan tingkat tinggi dibalik Pemilu Legislatif 2009.

Memang, harus diakui bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Sebab, yang abadi itu hanyalah kepentingan.

Bahkan kami merasa sangat terkejut, terkesima dan baru menyadari bahwa untuk bisa meraih sebuah keberhasilan yang sangat drastis, patut dapat diduga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan cara-cara politik yang sungguh tak terduga.

Merangkul jajaran POLRI secara tidak langsun yaitu dengan direkrutnya Mantan Wakapolri Adang Darajatun sebagai kader PKS.

Ikatan moril yang terjalin lewat perkawinan unsur PKS dan sesepuh POLRI tersebut, patut dapat diduga sebagai upaya untuk cari aman dari Jajaran Kepolisian.

Kuatnya halangan untuk bisa menapak pada tangga keberhasilan, diwarnai juga dengan datangnya badai isu terhadap PKS beberapa bulan terakhri ini.

Persis menjelang Pemilu Legislatif dilaksanakan, mencuat ke permukaan dugaan tindak pidana korupsi yang patut dapat diduga dilakukan seorang kader PKS yang namanya termasuk “lumayan dikenal”.

Isu korupsi ini dibantah beramai-ramai oleh petinggi PKS.

Tapi jika dicermati, patut dapat diduga sejak itulah PKS merapat ke Partai Demokrat.

Selama ini kami termasuk yang tulus memberikan dukungan kepada PKS. Terlebih karena kuatnya badai yang menghantam mereka. Ada simpati yang ditujukan kepada partai ini.

Saat kampanye akbar dilakukan oleh PKS di Gelora Bung Karno yaitu menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, Presiden PKS Tifatul Sembiring sempat menjanjikan bahwa akan diberikan jaminan terhadap kehidupan antar umat beragama jika PKS menang.

Kami sempat terkesima dan menghargai itu.

Namun setelah kami mencermati dan kuat menganasila, maka patut dapat diduga bahwa cara PKS berpolitik sungguh lihai dan membahayakan barisan NASIONALIS di negara ini.

Patut dapat diduga, untuk mencapai kepentingan yang besar yaitu SUKSES meraup kekuasaan di negara ini dan mengamankan kader penting mereka dari penanganan kasus tindak pidana korupsi maka PKS banting setir merapat ke Partai Demokrat.

Yang tersisa sekarang adalah pihak-pihak yang patut dapat diduga menjadi korban cara berpolitik PKS, yaitu POLRI dan kalangan mana saja yang sempat bersimpati.

Jumat (10/4/2009) ini, KATAKAMI mendapatkan sebuah pesan singkat SMS yang isinya kira-kira seperti ini :

“Di Indonesia ini, dari semua partai politik peserta PEMILU LEGISLATIF 2004, hanya PARTAI DEMOKRAT & PKS yang berhasil meraih kenaikan perolehan suara. Terimakasih untuk dukungan anda !”.

Lama kami termenung setelah membaca isi pesan singkat SMS ini. Kalau anda ingin tahu, dari siapakah sms itu ? Lebih baik kami tidak usah menyebutkannya.

Tapi yang jelas, itu dikirim oleh seseorang yang sangat penting dalam perjalanan politik partai dengan nomor 8 dalam Pemilu Legislatif 2009 ini.

Kami lantas berpikir, oh begitu rupanya cara berpolitik yang efektif dalam mempercepat langkah menuju puncak keberhasilan.

Baru disentil sedikit dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi, maka patut dapat diduga PKS langsung jinak dalam menentukan arah perjalanan politik mereka.

Jika kita melihat hasil QUICK COUNT atau perhitungan cepat maka yang sangat menakjubkan adalah hasil yang diperoleh PARTAI DEMOKRAT.

Jusuf Kalla Ketua Umum Partai Golkar Nomor Urut 23Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan Nomor Urut 28

Mungkinkah ada sebuah MUKJIZAT LUAR BIASA yang mampu mendongkrak suara bagi Partai Demokrat di tengah kuatnya hujatan, keluhan dan gejolak keputus-asaan rakyat Indonesia terkait tingginya harga-harga kebutuhan hidup, terutama naik turunnya harga Bahan bakar Minyak (BBM) ?

Mungkinkah ada sebuah MUKJIZAT LUAR BIASA yang mampu membuat suara Partai Demokrat meroket sangat hebat, disaat fenomena politik kuat mengangkat figur Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto, Soetrisno Bachir dan Prabowo Subianto ?

Tokog-tokoh itu bukanlah tokoh yang bermodal dengkul. Kalau soal melakukan sosialisasi lewat iklan politik, nama-nama tadi sangat kuat upayanya dan terbukti efektif. Dimana-mana yang dibicarakan adalah mereka.

Tolong, jujurlah semua pihak kepada RAKYAT INDONESIA.

Tolong, tak harus seperti ini yang dilakukan jika patut dapat diduga ada yang sangat ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya.

Ambisi politik itu sah-sah saja. Tetapi jangan terlalu radikal dalam membuat skema perolehan suara dari sebuah pesta demokrasi yang menggunakan sistem pemilihan langsung.

Patutkah dapat diduga ada manipulasi suara yang sangat canggih luar biasa dan untuk membuktikannya harus dengan teknologi yang lebih tinggi ?

Janganlah ada yang membuat bangsa ini menjadi terdorong ke tepi jurang kehancuran. Janganlah ada yang membuat bangsa ini menjadi kocar-kacir karena kehilangan hati nurani.

golkarPDIP

Naiknya suara Partai Demokrat ke peringkat pertama lewat HASIL QUICK COUNT adalah sesuatu yang sangat ganjil dan sulit diterima oleh akal sehat manusia manapun juga sebab patut dapat diduga dalam kurun waktu 5 tahun ini rakyat Indonesia memang banyak yang menjadi antipati kepada figur SBY akibat kebijakan-kebijakannya yang tidak populer.

Lain situasinya dengan 5 tahun lalu misalnya, saat SBY baru naik daun sebagai tokoh yang seolah-olah dizolimi. Padahal sebenarnya, tidak ada yang menzolimi.

Kalau pada PEMILU LEGISLATIF 2004 yang lalu, Partai Demokrat meraih peringkat pertama maka orang akan lebih mudah untuk menerima fakta itu. Tapi kalau sekarang, sungguh-sungguh kami mohon maaf, karena patut dapat diduga popularitas SBY sudah anjlok dan sulitnya hidup yang dihadapi oleh rata-rata rakyat Indonesia membuat figur SBY bukan lagi idola untuk memasuki PERUBAHAN terhadap Indonesia yang lebih baik.

Kami ada sebuah informasi selingan yaitu pada periode Oktober 2008 lalu, ada seorang oknum POLISI yang berbulan-bulan menghilang dari kantornya. Saat itu, lewat sebuah diskusi yang sangat mendalam antara KATAKAMI dengan seorang jurnalis senior lainnya, kami menemukan sebuah analisa bahwa patut dapat diduga oknum POLISI itu berada di AS untuk mempelajari bagaimana penanganan masalah IT (Information & Technology) terkait Pilpres AS.

Kepergian oknum POLISI itu, patut dapat diduga sebagai sebuah perjalanan yang masuk dalam kategori SILENT OPERATION. Ya, sebuah operasi rahasia yang dilakukan atas nama individu individu dalam kelompok mereka.

Bahkan AS, patut dapat diduga tidak akan berprasangka buruk jika misalnya ada kolega dari Indonesia yang datang hendak “memantau” dari dekat sistem pengamanan dan keamanan nasional mereka, yang mencakup pemantauan teknik IT dalam persiapan Pilpres AS.

Ketika KATAKAMI mendiskusikan ini kepada jurnalis senior itu, kami lantas mengatakan secara spontan, “Waduh, jangan-jangan mau melakukan sesuatu yang patut dapat diduga berkaitan erat dengan Pemilu 2009 !”.

Sekali lagi, marilah kita jujur kepada RAKYAT INDONESIA secara keseluruhan.

WirantoPrabowoSoetrisno Bachir

Marilah bersaing secara sehat dan bermartabat.

Marilah bersaing secara baik dan benar.

Marilah bersaing secara elegan dan manusiawi.

Kalau meminjam istilah JAWA, ada kalimat bijak yang mengatakan seperti ini, “Ngono Yo Ngono, Ning Ojo Ngono”.

Jangan paksakan perubahan radikal yang mustahil untuk bisa diterima oleh akal sehat manusia manapun juga di negeri ini.

Tegakah menghancurkan kehidupan demokrasi yang pilar-pilarnya sudah terbangun dengan baik ?

Dan janganlah juga ada pihak manapun yang patut dapat diduga sengaja memanfaatkan kasus hukum yang menimpa pihak tertentu untuk dijadikan senjata pamungkas dalam membuat mereka tunduk atau takluk.

Patut dapat diduga, untuk membuat sejumlah oknum aparat berkemampuan tigngi memberikan bantuan dan keahlian mereka maka dipakai kasus hukum yang kira-kira dilakukan selama ini, misalnya saja bisa dijanjikan agar sebuah kasus kasus ditutup jika pihak-pihak yang bermasalah dalam kasus hukum tertentu ramai-ramai memenangkan pihak tertentu.

Kita hidup di Indonesia ini dengan kehidupan nyata yang senyata-nyatanya. Bukan ilusi atau halusinasi.

Sehingga, ketika rakyat menjerit hidup mereka serba kesulitan dan kesusahan, apakah muingkin di tengah penderitaan yang sangat pahit dan mencekam sekali suasana kepiluannya maka yang muncul adalah euforia mengidolakan pihak yang dianggap bertanggung-jawab ?

slogan presiden barack obama saat mengikuti pilpres 2008 di as,  yes we can change1 a we want change

Kami ambil contoh, rakyat di AS.

Semua sudah sangat tertekan dengan gaya militeristik dari Presiden Bush yang main hajar sana hajar sini untuk melakukan invasi ke beberapa negara. Bahkan patut dapat diduga, melakukan kejahatan kemanusiaan yaitu pelanggaran-pelanggaran HAM di Penjara Guantanamo hanya untuk melampiaskan dendam kepada jaringan terorisme.

Obama muncul dengan satu janji yang tulus, YES WE CAN CHANGE !

Obama datang dengan janji PERUBAHAN terhadap situasi bangsa mereka secara total adn menyeluruh.

A cheering crowd in Strasbourg, France, reaches out to shake hands April 3, 2009, with Pres. ObamaPresident Barack Obama lifts up a baby during his visit with U.S. Embassy staff and their families

CHANGE, PERUBAHAN ! Itulah yang mengantarkan Obama sukses tanpa hambatan ke tangga kepresidenan. Dengan situasi yang seperti itu, mungkinkah dalam PILPRES 2008 lalu rakyat AS justru memilih kandidat CAPRES dari partai yang mendukung Bush ?

That’s immpossible !

Yang benar saja, Bung. Bisa geger dunia kalau sampai ada permainan politik tingkat tinggi yang masuk dalam kategori istilah “PATPATGULIPAT”.

Tapi bukan berarti kandidat CAPRES yang menjadi lawan terberat Obama pada Pilpres yaitu McCain, tidak punya pendukung. Tentu saja McCain punya pendukung tetapi mayoritas rakyat AS menginginkan PERUBAHAN.

Tolong, agar kita jangan terlalu mengada-ada dalam membuat sebuah fakta baru yang disangsikan kebenarannya.

Fenomena munculnya tokoh dari partai politik tertentu yang dianggap oleh sebagian rakyat Indonesia sebagai tokoh yang dapat diharapkan membawa PERUBAHAN (CHANGE), membuat peluang bagi pihak manapun yang pada Pemilu Legislatif 2004 berada di posisi bawah bisa tiba-tiba meroket ke atas dengan penuh keajaiban.

Darimana suntikan suara yang tiba-tiba membengkak ditengah munculnya tokoh-tokoh kharismatik yang tampil memikat dalam pentas politik mereka misalnya Jusuf Kalla, Megawati, Wiranto, Soetrisno Bachir, Prabowo dan bahkan Rizal Ramli ?

Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi ?

Dan bagaimana cara menjelaskan kepada RAKYAT INDONESIA bahwa seluruh penderitaan dan jeritan hati mereka tentang sulitnya hidup selama 5 tahun terakhir ini adalah sebuah potret tentang “KEBERHASILAN PEMERINTAH ?”.

Kita harus jujur mengakui bahwa SBY punya pendukung, tentu saja. Itu fakta dan memang tak akan ada yang bisa memungkiri.

Tapi Boss, tokoh lain yang lebih kharismatik dan beberapa parpol lain yang juga turun sangat agresif ke bawah, punya pengaruh yang luar biasa besarnya.

Disitu letak permasalahannya !

Kami ngeri membayangkan bagaimana gejolak kemarahan rakyat Indonesia jika patut dapat diduga ada pemaksaan kehendak dibalik semua fakta yang ada saat ini.

Jika SBY ingin bersanding dengan Hidayat Nur Wahid menjadi PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN untuk periode 2009-2014, monggo silahkan.

Daripada ada kejutan-kejutan lain yang mengecewakan rakyat Indonesia maka lebih baik dihapuskan saja Pemilu Pilpres 2009.

Agar ada FAIRNESS atau asas keadilan yang berlaku. Jangan seolah-olah ada sebuah pertandingan politik yang konstitusional tetapi patut dapat diduga ada duri-duri kecurangan sangat menyakitkan hati rakyat Indonesia.

Biar saja diberikan dulu waktu 5 tahun lagi sampai SBY puas memimpin negara ini.

President Barack Obama

Dan kalau misalnya ada yang mengidolakan tokoh dan gaya kepemimpinan BARACK OBAMA maka perlu disampaikan disini bahwa OBAMA tidak pernah mau memimpin dalam 2 periode kekuasaan.

OBAMA telah menegaskan kepada RAKYAT AS bahwa ia hanya mau memerintah 1 periode kepemimpinan saja tetapi BERKUALITAS. Menurut OBAMA, untuk apa memimpin 2 periode tetapi TIDAK BERKUALITAS.

Coba tanyakan, jika nanti OBAMA datang berkunjung ke Indonesia. Apakah benar, OBAMA sudah menyatakan itu kepada rakyat AS ?

Sebelum OBAMA menjawab, maka kami jawab saja sebagai pendahuluan bahwa pernyataan OBAMA itu sudah diberitakan resmi oleh MEDIA MASSA di AS dan di belahan dunia ini pada awal pemerintahan OBAMA.

Yes, We Can Change !

Ya, kita bisa melakukan PERUBAHAN. Dan janji OBAMA untuk memerintah hanya 1 periode itu adalah bagian dari CHANGE atau PERUBAHAN kultur politik di AS.

Sementara di Indonesia, jangan coba-coba menyebut lagi kata PERUBAHAN. Daripada terkejut-kejut dengan semua fakta yang penuh tanda-tanya. Harusnya sebuah fakta adalah fakta. Tetapi ini berbeda, karena fakta justru mengandung tanda tanya besar bahwa benarkah itu sebuah fakta politik.

(MS)

katakami

Iklan KATAKAMITHANKS

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: