KATAKAMI KATAKAMI

Mei 31, 2009

Dear Mr. President Barack Hussein Obama, This Is Our Voice Of The Voiceless From Jakarta Indonesia

Filed under: dick cheney,george w. bush,guantanamo,president barack obama — katakamikatakami @ 11:41 am

Iklan

"FROM MOMMY WITH LOVE AND KISS"

Filed under: news — katakamikatakami @ 11:37 am

PUISI KIRIMAN PEMBACA KATAKAMI

For You Vier, UNFORGETTABLE !

Filed under: news — katakamikatakami @ 11:34 am

Mei 30, 2009

Kabar Tentang Jatuh Sakitnya Aung San Suu Kyi Menjadi "A Very Sad Story" Yang Dimuntahkan Tahta Kediktaroran Jenderal Senior Than Shwe

Filed under: news — katakamikatakami @ 9:04 am

Jakarta 30/5/2009 (KATAKAMI) Seandainya saja tidak ada tamu nyasar yang mendatangi rumahnya yang dijadikan tempat bagi Aung San Suu Kyi untuk menjadi tahanan rumah pada pertengahan Mei lalu, barangkali saat ini pemimpin oposisi peraih Nobel Perdamaian tersebut sudah bisa menghirup udara segar.

Sebab status tahanan rumahnya (katanya sih) akan dicabut oleh Pemerintah Junta Militer Myanmar. Tapi, entah ini memang rekayasa atau justru suratan tangan (takdir) bagi Suu Kyi yang terus menerus mendapat cobaan hidup yang berat.
Sejak awal tidak terlihat ada kesungguhan dari Jenderal Senior Than Swe sebagai BIG BOSS dari Junta Militer Myanmar untuk melaksanakan janji atau komitmen mewujudkan “Road Map To Democracy” atau “Peta Jalan Menuju Demokrasi”.
Ya, inti utama dari janji penting itu sebenarnya melepaskan Aung San Suu Kyi dan tahanan politik lainnya. Tetapi dalam diplomasi, kata-kata atau kalimat bersayap tampaknya memang diperlukan untuk menjaga relasi dan hubungan diplomatik yang sedapat mungkin dijaga sangat baik.
Padahal kalau mau jujur, entah sudah berapa kali KTT ASEAN diadakan tetapi tetap saja Myanmar sebagai salah satu negara anggota ASEAN, tak pernah dan tak terbukti menepati janji politik tadi. Suu Kyi tetap meringkuk dan terbelenggu dalam status tahanannya.
Dan siapa bilang ditahan dalam “rumah sendiri” akan terasa menyenangkan ? Walau Suu Kyi ditahan dirumahnya sendiri, belenggu penahanan itu tetaplah sebuah belenggu yang mata rantainya mengikat hati, pikiran, perasaan, perkataan, perbuatan, kecerdasan, kekritisan dan totalitas hidupnya sebagai seorang manusia.
Tak ada komunikasi. Tak ada sosialisasi. Tak ada aktualisasi diri. Sebab, semua serba dibatasi dalam “kurungan duniawi” yang pasti sangat menjemukan, melelahkan, menyakitkan dan benar-benar menghancurkan benteng pertahanan diri.
Walaupun misalnya, ia menghabiskan waktu dengan membaca buku, bisa jadi kalimat demi kalimat yang dibaca dalam buku tersebut tak terekam secara baik dalam “kepalanya”.
Bagi seorang pejuang kemanusiaan yang menyerahkan hidupnya untuk menentang segala kebatilan, seorang Aung San Suu Kyi tak akan pernah berhenti untuk memikirkan kondisi riil rakyat di negaranya — agar bagaimana caranya bisa terbebas dari segala pemasungan HAK –.
Persis menjelang tutup bulan ini, berita terbaru yang keluar mengenai kabar Aung San Suu Kyi sangat menyedihkan. Ia jatuh sakit dalam penjara. Di usianya yang mencapai 63 tahun, sejumlah penyakit mendera fisik Suu Kyi pada saat ini.

Seperti yang dilaporkan Radio Nederland Belanda, Partai Politik yang dipimpin Aung San Suu Kyi saat ini merasa prihatin atas kondisi kesehatan pemimpin mereka itu. Suu Kyi dikabarkan sedang menderita tekanan darah rendah, dehidrasi, dan sulit tidur karena kramp pada kaki.
Peradilan yang dihadapi Suu Kyi saat ini mendakwa Suu Kyi bahwa ia telah dengan sengaja menampung seorang warga Amerika dan itulah yang disebut sebagai pelanggaran atas aturan Junta Militer atas status tahanan rumah.
Tapi menurut Suu Kyi dalam kesaksiannya di Pengadilan, ia samasekali tidak tahu jika pria AS itu bermaksud mendatangi rumahnya. Pria AS tersebut berenang menyeberangi danau untuk bisa mencapai rumah Suu Kyi.
Dan atas dakwaan pelanggaran aturan status tahanan rumahnya ini, Suu Kyi bisa dikenai hukuman penjara tiga sampai lima tahun.
Isu seputar Aung San Suu Kyi memang menjadi topik pembahasan dan agenda penting yang diutamakan kalangan internasional, termasuk diantaranya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau secara khusus lagi Dewan Keamanan PBB.
Seruan demi seruan, kecaman demi kecaman, terus berdatangan dari kalangan internasional atas peradilan baru yang ditimpakan kepada Aung San Suu Kyi — persis menjelang pembebasannya –.
Tapi patut dapat diduga kekerasan hati dari Junta Militer Myanmar (khususnya Jenderal Senior Than Swe) terwujud lewat sikap tak bergeming dan tetap seperti yang dulu yaitu sosok pemimpin yang otoriter, keras kepala, sombong, tidak manusiawi, brutal dan menderita “kebutaan” yang akut terhadap nilai-nilai Hukum, HAM & Kemanusiaan.
Kalau hanya sekedar buta biasa saja, pasti sudah sangat “gelap” rasanya, apalagi kalau kebutaan itu sudah sangat akut karena barangkali “didalam rongga mata hatinya” sudah menyebar virus berbahaya yang memberangus dan menewaskan setiap rasa kemanusiaan dan keadilan yang secara mendasar memang dimiliki oleh setiap manusia ciptaan Tuhan.
Sebenarnya, kalau gaya dan bahasa diplomasi bisa sangat menggunakan bahasa yang sangat tajam maka paling enak menanyakan secara jujur lewat gaya tembak langsung kepada Jenderal Senior Than Swe.
Secara jujur, apakah patut dapat diduga sebenarnya Junta Militer Myanmar ingin membunuh Aung San Suu Kyi dengan cara-cara yang dibuat harus sangat natural untuk mengelabui rakyat Myanmar, partai politik serta seluruh pendukung setia Suu Kyi, ASEAN dan kalangan internasional.
Secara jujur, apakah patut dapat diduga sebenarnya Junta Militer Myanmar sudah kehilangan akal sehat bahwa setiap penahanan itu harus ada tenggat waktu dan batas akhir penahanannya sesuai dengan aturan hukum ?
Jika melihat rekayasa demi rekayasa politik, ditambah lagi diulur-ulurnya waktu pembebasan bagi
Suu Kyi, mau tak mau mendorong semua kalangan untuk mencurigai dan mengantisipasi kemungkinan yang terburuk bahwa sebenarnya patut dapat diduga Junta Militer Myanmar hendak membunuh Suu Kyi.
Apa bukan membunuh namanya, jika Suu Kyi yang sudah lebih dari 13 tahun dipenjara, terus menerus mau dipenjara — setelah sempat dilonggarkan menjadi tahanan rumah — ternyata diseret lagi masuk ke dalam jeruji besi ?
Dan penjara manapun di muka bumi ini, tidak ada yang enak, nyaman, higenis dan manusiawi !
Setiap penjara, di negara maju atau negara berkembang, sama saja dampaknya kepada setiap tahanan yaitu membelenggu jasmani dan rohani secara total. Iya kalau si tahanan itu memang memiliki indikasi kesalahan dan di pengadilan dinyatakan terbukti bersalah melakukan pelanggaran hukum.
Tetapi kalau sekedar untuk mematikan langkah, perjuangan dan popularitas lawan politik maka penahanan itu adalah ciri dari pemerintahan yang otoriter dan sangat tidak tidak tahu diri bahwa kehidupan mereka sebagai sebuah bangsa dan negara adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas internasional.
Sehingga, sikap sok hebat, arogan dan doyan betul melakukan penyalah-gunaan kekuasaan (the abuse of power) maka Junta Militer Myanmar ini selayaknya dikucilkan dan disingkirkan dari semua bentuk wadah organisasi dan jalinan kerjasama dengan negara manapun di muka bumi ini.
Kabar tentang sakitnya Aung San Suu Kyi didalam penjara terdengar bagaikan sebuah ironi yang kesedihan dan kepedihannya ikut menyentuh hati siapapun yang sangat peduli kepadanya di muka bumi ini.
Mendengar ia terus menerus ditahan selama belasan tahun saja, orang sudah sangat prihatin. Apalagi mendengar, ia jatuh sakit saat penguasa otoriter yang patut dapat diduga menderita kebutaan akut pada moral dan mata hatinya itu hendak terus mengabadikan penahanan Suu Kyi.
Siapapun di muka bumi ini yang terlatih dan memang berkemampuan tinggi dalam hal penggunaan senjata api — terutama yang berlatar belakang militer atau non militer tetapi berbasis ala militer — bersikap sangat amat buas tak terkendali dalam “memerangi” seorang perempuan, patut dipertanyakan kepada para pelaku peperangan yang tak bermoral ini apakah mereka manusia ?
Bayangkan, untuk menghadapi seorang perempuan saja, harus mengerahkan seluruh daya kekuatan yang sangat maksimal !
Lain halnya, kalau harus berhadap-hadapan dengan musuh yang nyata dalam medan pertempuran yang seimbang yaitu militer lawan kekuatan bersenjata pihak lawan atau kekuatan bersenjata pemerintah lawan gerombolan terorisme.
Kalau wujud dan bentuk peperangannya seperti itu, bolehlah bersikap sangat gagah berani dan pantang menyerah dalam melumpuhkan lawan.
Tapi ini yang dihadapi hanyalah SEORANG PEREMPUAN SAJA !
Maka dari itu, siapapun di muka bumi ini yang beraninya cuma sama perempuan (apalagi cuma menghadapi satu orang perempuan saja) sudah asngat kalap, brutal, liar, buas dan membabi buta dalam menyerang maka pelakunya itu harus memeriksakan diri ke dokter.
Apakah ia seorang lelaki atau perempuan atau berjenis kelamin yang tak jelas !
Militer atau kekuatan bersenjata manapun dimuka bumi ini (termasuk didalam POLISI), wajib hukumnya menghormati perempuan. Bukan justru menyiksa, menekan, merampas semua hak-haknya dengan melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM berat.
Kabar ten
tang sakitnya Aung San Suu Kyi membuat hati setiap perempuan di muka bumi ini yang memang sangat peduli padanya, menjadi ikut terlukai secara dalam. Suu Kyi bukan lagi seorang gadis remaja yang muda belia. Ia sudah mencapai usia 63 tahun.
Dalam usia seperti itu, ia dipasung oleh kekuasaan dalam kesendirian yang penuh penderitaan fisik dan non fisik. Ditambah lagi, beratnya beban yang harus ditanggung oleh Suu Kyi membuat dirinya tak mampu lagi untuk bertahan.
Kondisi sakit yang menyedihkan ini, sialnya membuat Suu Kyi kesulitan untuk tidur dan beristirahat.
Jika ini terus berlanjut maka kemungkinan terburuk yang bsia terjadi adalah Suu Kyi akan menemui ajalnya kalau sakit itu bertambah saat fisiknya memang tak mampu lagi bertahan akibat minimnya energi (tenaga) dan semangat hidup.
Apa itu yang sebenarnya yang patut dapat diduga sedang ingin dilakukan oleh Junta Militer Myanmar terhadap Aung San Suu Kyi yaitu membunuhnya pelan-pelan dalam kondisi yang harus benar-benar “sakit” agar ada alibi kepada semua pihak atas kematian yang bisa saja sewaktu-waktu menimpa Suu
Kyi ?
Jangan pernah ada yang berpikir bahwa hal itu tidak mungkin terjadi !
Kuatnya tekanan internasional membuat Junta Militeri Myanmar harus sangat hati-hati mencari segala alibi dan dalil-dalil “hukum” bila hendak menjerat Suu Kyi.
Tetapi ada satu hal yang tampaknya disadari, dipahami dan sangat “dikuasai” permasalahannya oleh Junta Militer Myanmar bahwa pihak manapun dalam tataran internasional — entah itu ASEAN, PBB, Dewan Keamanan PBB atau negara-negara besar manapun juga — semua paling-paling hanya bisa menyampaikan seruan-seruan lewat pernyataan resmi di media massa.
Mereka sudah hapal luar kepala dan menjadi terbiasa dengan etika diplomatik yang tidak bisa terburu-buru dalam mengambil tindakan sangat amat tegas kepada sebuah negara. Jadi dalam perjalanan panjang penahanan Suu Kyi selama belasan tahun ini, “permainan” ini seakan dimenangkan oleh Junta Militer Myanmar.
Persetan dengan dunia internasional, paling-paling cuma seperti itu saja reaksi mereka atau mengirimkan seorang utusan khusus.
Sekarang, semua terpulang kepada pihak-pihak yang berkompeten secara organisasi atau kenegaraan untuk mengambil langkah tegas dalam menghadapi Jenderal Senior Than Swe dan Pemerintahan Militeristik yang dipimpinnya.
Apakah akan membiarkan kehidupan yang nyata dari seorang pejuang kemanusiaan Aung San Suu Kyi, terus menerus dijadikan tawanan abadi yang tak berperikemanusiaan dari sebuah negara yang dipimpin oleh diktator militer yang beraninya cuma sama seorang perempuan ?
Daun telinga dari Jenderal Senior Than Swe, barangkali memang sudah sangat tebal sehingga ia bisa tenang-tenang saja menghadapi semua seruan, kecaman bahkan hujatan yang sekeras apapun karena gaungnya cuma akan didengarnya kalau ia menyetel atau membaca media massa.
Untuk mewujudkan sebuah misi yang baik bagi rakyatnya, Aung San Suu Kyi harus membayar dengan harga yang sangat mahal yaitu menjalani penyiksaan yang kejam tak terhingga. Semoga masih ada sisa-sisa kesabaran yang tertanam dalam sanubari dan diri Aung San Suu Kyi agar dapat menopang dirinya untuk bisa tetap bertahan menjalani kisah kehidupan nyata yang sangat menyentuh hati dan bobot kesedihannya sungguh tak tertahankan.
A very sad story.
(MS)


Mei 29, 2009

Inilah Pameran Arogansi Kekuasaan Yang Ketakutan Kepada PERS Yang Patut Dapat Diduga Dilakukan Kandidat Capres, Oknum BIN – KPK – Polri & Komjen GM

Filed under: katakami,news — katakamikatakami @ 8:41 pm


Dimuat di http://www.katakami.com dan http://www.blogskatakami.vox.com


Jakarta 29/5/2009 (KATAKAMI) Menjadi jurnalis, adalah sebuah pengabdian dan prosefi yang membanggakan bagi kami kalangan wartawan.

Walau misalnya lingkup pembahasan dikhususnya pada bidang politik, hukum dan keamanan, semua terasa menyenangkan & memuaskan jika jurnalis mampu menyajikan fakta-fakta terbaru yang berlandaskan kebenaran dan keadilan.

Sebab, semua misi baik itu akan ikut berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Delapan bulan KATAKAMI didirikan, suka dan duka kami rasakan. Suka yang sangat jelas kami rasakan adalah analisa-analisa di bidang politik, hukum dan keamanan yang kami sajikan, menjadi ikut diperhitungkan karena sejak awal kami tidak pernah mau untuk sembarangan atau gegabah dalam memuat semua bentuk informasi yang ada.

Dukanya, jauh lebih banyak.

Saat ini, sistem keredaksian KATAKAMI justru sedang sengaja diacak-acak agar tidak bisa memuat tulisan terbaru sehingga segala akal kotor dikerahkan menghambat pembungkaman biadab terhadap kami.

Kasihan deh lo.

Sampai segitunya, barangkali air liur mereka sampai mengalir deras karena sangat membabi-buta hendam menghambat.

Sejak awal berdiri pada bulan Oktober 2008, aksi pengrusakan sudah didominasi oleh sekelompok polisi yang patut dapat diduga dilakukan Komisaris Jenderal GORIES MERE & Kombes Petrus Golose. Awal-awal mereka melakukan pengrusakan, benar-benar sangat biadab dan seakan ingin pamer bahwa merekalah kelompok yang paling menguasai bidang IT. Ya, ini dapat dimaklumi karena sejak bertahun-tahun lamanya kelompok yang patut dapat diduga “SOK EKSKLUSIF” ini mendominasi juga setiap pelatihan dan MERAUP semua bantuan teknis yang diberikan negara-negara sahabat yang bersimpati membantu penanganan terorisme.

Memasuki bulan Januari 2009, aksi pengrusakan pada KATAKAMI jadi bertambah “executive member”-nya.

Aksi pengrusakan itu, patut dapat diduga tidak hanya dilakukan oleh kelompok sangat liar KUBU GORIES MERE saja, tetapi merambah kepada Kubu BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN) pasca dimuatnya tulisan Suciwati berjudul, “Munir Cahaya Yang Tak Pernah Padam”.

Patut dapat diduga, pengrusakan itu juga dilatar-belakangi karena akhirnya kami bisa menembus sebuah informasi rahasia bahwa ada perwira tinggi yang bertugas pada bidang intelijen menjalin hubungan perselingkuhan sangat liar dan patut dapat diduga juga sengaja mengumpan kekasihnya untuk menjadi kekasih dari pejabat lain agar memudahkan pencarian bocoran informasi yang sifatnya rahasia.

Dan ternyata, para pelaku pengrusakan ini masih beranak-cucu !

Hingga akhirnya, tak terasa sudah setengah tahun pada tahun 2009, kami hanya sibuk menghadapi berbagai aksi pengrusakan.

Jika kami yang bersalah, tentu kami akan tahu diri.

Tapi anehnya, kami tidak bersalah dan hanya karena kami memang LEBIH BANYAK TAHU dibanding sejumlah media yang memberitakan bidang politik, hukum dan keamanan, sehingga tulisan-tulisan berbentuk analisa di KATAKAMI.COM seakan membangunkan singa yang sedang tidur.

Siapa yang dikritik, PASTI … akan merusak !

Lalu, jika ada pejabat lain yang dikritik … sama saja, pasti merusak !

Aksi pengrusakan itu, sekali lagi, bukan karena kami bersalah atau melanggar hukum. Tetapi karena patut dapat diduga, pejabat-pejabat itulah yang BERSALAH & MELAKUKAN PELANGGARAN HUKUM.

Sadar bahwa mereka memang bersalah, dan malu karena kesalahannya dibeberkan terang-terangan di KATAKAMI.COM maka sejumlah oknum pejabat menjadi sok hebat untuk menindas dan menghancurkan media kami.

Dan setengah tahun ini, kubu GORIES MERE tidak lagi kesepian sebagai pihak yang patut dapat diduga menjadi pelaku utama pengrusakan yang paling biadab terhadap KATAKAMI.COM.

Bayangkan saja, seorang pejabat non aktif yang sekarang dikerangkeng alias dipenjara, patut dapat diduga sejumlah anak buah ybs di lembaga anti korupsi ikut juga diam-diam merusak KATAKAMI.COM.

Apalagi, karena kami bisa membongkar aksi klenik patut dapat diduga dilakukan oleh sang isteri untuk kepentingan yang sangat memalukan.

Pembongkaran terhadap aksi klenik sang isteri itu sudah untuk yang kedua kalinya kami bongkar dengan melakukan investigasi langsung dilapangan dan melakukan wawancara eksklusif dengan paranormal yang didatangi.

Ada juga kandidat capres yang patut dapat diduga sok manis jika muncul di hadapan rakyat, tetapi terhadap KATAKAMI.COM … waduh, ketakutan setengah mati setiap KATAKAMI.COM dibuka kelemahan-kelemahan dan kesalahannya. Pihak yang satu ini, patut dapat diduga menjadi pihak yang paling hebat cara bermainnya sebab tinggal perintah saja kepada bawahannya.

Mau bawahan yang mana ?

Sebab, patut dapat diduga Badan Intelijen Negara (BIN), Kubu GORIES MERE, atau sejumlah oknum di Mabes POLRI, dikerahkan semua untuk menekan, menghambat, merusak dan memainkan gaya intelijen yang penuh propaganda agar KATAKAMI.COM jangan sampai bisa produktif dalam menulis.

Jelas saja ketakutan dan ketar-ketir setiap KATAKAMI.COM menyajikan analisa politik, hukum dan keamanan yang berbasis pada keakuratan dan dalamnya investigasi permasalahan secara tajam.

Waduh, Waduh .. Weleh, Weleh !

Mau jadi apa Indonesia ini, kalau patut dapat diduga pejabat-pejabatnya sangat membabi buta dalam membungkam, menghambat, merusak, menindas dan memamerkan perilaku buas menghajar media yang bek
erja secara cerdas berlandaskan kebenaran dan keadilan.

Sangat sulit diterima oleh akal sehat, cara-cara membabi-buta untuk merusak situs kami.

Kalau memang ada yang merasa dicemarkan nama baiknya, atau ada yang YAKIN bahwa kami memutar-balikkan fakta, silahkan laporkan kami ke Pihak Berwajib.

Ini, tidak ada yang bisa melaporkan KATAKAMI.COM karena semua sadar bahwa yang kami sajikan adalah BENAR-BENAR gaya jurnalisme yang sangat amat layak dipercaya.

Terbukti, karena tingginya dan kuatnya kredibilitas dan integritas kami, patut dapat diduga KATAKAMI.COM menjadi media yang diperebutkan oleh sejumlah perwira tinggi POLRI.

Akibat mengetahui bahwa ada aksi pengrusakan yang patut dapat diduga dilakukan Deputi-Deputi BIN bulan Januari 2009 lalu, tiba-tiba Komisaris Jenderal GORIES MERE mendadak sok baik menawarkan perlindungan. Hebat sekali sandiwaranya, bayangkan … persis dihari dilakukannya pemeriksaan sebagai saksi pelapor terhadap Pemred KATAKAMI Mega Simarmata, Komjen Gories Mere menelepon langsung Kepala Unit Cyber Crime di Polda Metro Jaya agar kasus pengrusakan itu ditangani dengan baik.

Padahal ….. !

Patut dapat diduga, sejak awal KATAKAMI.COM didirikan, biang kerok yang paling biadab dalam merusak adalah GORIES MERE dan kelompoknya.

Hebatnya lagi, patut dapat diduga ada juga yang memaksa ada Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata, HARUS MAU jatuh cinta, HARUS MAU tergila-gila dan HARUS MAU disulap menjadi pribadi yang agresif.

Tetapi ketika ternyata, Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata TIDAK BISA dipaksa dan tidak pernah mau disulap (dari wartawati hendak dipaksa menjadi perempuan murahan), maka jadilah … ada juga perwira tinggi yang kesetanan mengamuk akibat cinta nista ala binatangnya ditolak. Kalau kata orang-orang zaman kini, Cinta Ditolak, Dukun Bertindak !

Kok tidak tahu malu !

Sudah jelas-jelas mengetahui dan menyaksikan bahwa seorang perempuan yang sangat dikagumi dan disukai setengah mati itu ternyata sudah berumah tangga, ya … tahu diri dong.

Jangan berperilaku seperti hewan alias BINATANG.

Sehingga, serangan teror dan intimidasi semakin brutal dan menjadi tidak rasional. Bayangkan, ada seorang jenderal berbintang 3 selama 2 tahun terakhir sampai harus mengirimkan berbagai utusannya untuk menguntit Pemimpin Redaksi KATAKAMI di wilayah rumah dan kemanapun juga pergi.

Bahkan, mengirimkan paranormal dari Indonesia bagian timur sana … paling sedikit ada 3 orang yang stand by untuk “menerkam”.

Beda-beda tipis kelakuan dengan hewan alias BINATANG !

Kami mendirikan situs ini untuk maksud yang baik tetapi tetap berlandaskan bisnis profesional. Itu sebabnya, kami mohon maaf kepada sejumlah PERWIRA TINGGI POLRI yang patut dapat diduga sangat antusias ingin menguasai, memiliki dan mengendalikan KATAKAMI.COM.

Maaf Bung, situs kami bukan milik nenek moyang anda, atau milik anda yang uangnya patut dapat diduga adalah hasil korupsi, hasil membunuh ala mafia, hasil membebaskan bandar narkoba, atau sumbangan makelar kasus yang kotor misalnya.

Situs kami, tidak bermimpi untuk menjadi media raksasa.

Situs kami, adalah situs “kecil” yang konsisten berpihak dan bersuara dengan berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan keadilan.

Situs kami, pada akhirnya memang menjadi berpengaruh (didalam dan diluar negeri).

Siapa yang menyangka, situs “sekecil” ini dibaca lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Ini membuktikan, mayoritas anak-anak bangsa Indonesia yang sedang merantau di belahan dunia lain, membutuhkan dan merindukan sajian informasi yang “berbeda”.

Kami tak gentar terhadap semua teror, tekanan, intimidasi dan pengrusakan yang sebrutal apapun juga.

Setinggi apapun jabatan yang merusak situs ini, kami siap menghadapi karena kami tahu bahwa posisi kami adalah di pihak yang benar.

Silahkan merusak !

Silahkan menghambat !

Silahkan pamerkan semua brutalisme karena kecewa saat KATAKAMI.COM tak mau dikendalikan sejumlah kecil oknum pejabat yang orientasinya untuk menjadi corong mereka menyodok pihak atasan atau rekan lain.

Ibarat batu karang, kami akan tetap berdiri teguh.

Dan kebenaran, sungguh kami percayai, ibarat air sungai yang mengalir. Ia akan tetap mengalir, walau dibendung.

Persahabatan yang kami jalin dengan sejumlah negara lain, ternyata dianggap menjadi sebuah ancaman juga oleh pihak tertentu. Bayangkan, sejumlah pihak ketakutan luar biasa jika kecerdasan dan kemampuan kami digunakan untuk maksud yang lain oleh pihak lain berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Semua sok siluman. Semua sok yakin tidak bakal ketahuan. Sodok-menyodok. Apalagi, pihak yang patut dapat diduga membunuh seorang aktivis menjelang Pilpres 2004, tampaknya menjelang Pilpres 2009 ini asyik betul hendak membunuh SITUS BERITA KATAKAMI.COM.

Kami sudah sangat muak terhadap lakon yang brutal seperti ini !

Jadi mohon maaf saja, kalau kami sangat amat TEGAS menolak mentah-mentah jika ada pihak manapun yang berusaha memanfaatkan KATAKAMI untuk jadi “barang mainan” kelompoknya sendiri. Masing-masing ingin dipuji.

Sampai ke semua BLOG kami di WordPress, dikuasai juga. Tulisan yang dianggap mengangkat atau memuji mereka, akan ditempatkan di bagian TULISAN TERPOPULER, termasuk tulisan yang dianggap ampuh menyodok pihak lawan didalam internal mereka.

Siapakah di muka bumi ini, yang bersedia menjadi pihak yang terjajah dan diperlakukan seperti insan yang cacat mental ?

Situs ini didirikan untuk menjadi media profesional yang berlandaskan bisnis murni.

Delapan bulan lebih, kami diperebutkan dan mati-matian mau dikuasai oleh pihak yang TERKAGUM-KAGUM bahwa ternyata media memang bisa mendatangkan pengaruh besar.

Pertanyaannya sekarang, lho … mengapa tidak mendirikan media sendiri ?

Mengapa antusias sekali mau mencaplok media yang sudah jadi ?

Ketika kami menolak secara tegas, sejumlah perwira Tinggi malah mengamuk.

Mereka merasa, bahwa mereka yang paling berjasa melindungi. Begitu jugalah dulu, sewaktu manusia liar berinisial GM, menawarkan dan memamerkan bahwa pihaknya bisa melindungi dari aksi pengrusakan dan teror intimidasi yang patut dapat diduga dilakukan oknum BIN.

Boro-boro melindungi !

Patut dapat diduga, semua jenis HIPNOTIS yang sangat sesat dan musrik dikerahkan, agar semua kepentingannya diterjemahkan dalam tulisan dan pesan singkat sms yang diatur sesuai dengan keinginannya.

Ya Tuhan, alangkah biadab manusia-manusia yang mengerahkan cara-cara musrik sangat sesat.

Kami sangat percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan percobaan diluar kemampuan manusia.

Kami sangat percaya bahwa Tuhan sungguh maha adil dan maha penyayang.

Tetapi, semakin merajalelanya aksi kebiadaban yang patut dapat diduga dilakukan sejumlah pejabat dan para bawahan atau pengikutnya ini, membuat kami sangat murka dan muak sekali.

Hukum, seakan dipangkas oleh arogansi kekuasaan mereka.

Hukum, seakan tak berfungsi apa-apa.

Hukum, seakan dikesampingkan sepanjang aib dan pelanggaran hukum mereka terancam untuk dibeberkan fakta-faktanya kepada masyarakat.

Barangkali, inilah kesalahan utama kami saat mendirikan KATAKAMI yaitu memilih motto “JURNALISME YANG LAYAK DIPERCAYA”.

Akibat teguhnya kami memegang motto ini, maka kami jadi sasaran tembak oknum-oknum yang patut dapat diduga melakukan pelanggaran hukum dan punya seribu satu macam kebiadaban.

Tetapi, kalau seandainya kami menyajikan informasi yang abal-abalan, memfitnah atau memutar-balikkan, tak akan lama KATAKAMI.COM berdiri sebab sudah dapat dipastikan kami akan DIKERANGKENG & DIADILI dengan vonis yang menjerat.

Jadi, entah apalagi yang bisa diungkap disini.

Inilah sialnya hidup kami karena konsistensi menyuarakan kebenaran dan keadilan untuk kepentingan bangsa, negara, rakyat, dan bahkan untuk kepentingan umat didunia … resikonya berhadap-hadapan secara langsung dengan pejabat yang brutal dan bengis.

Tapi sekali lagi, kami tidak takut dan tidak akan surut walau hanya selangkah.

Bagi kami, adalah sangat membanggakan jika kami dikenal sebagai media yang memang layak dipercaya dan diandalkan.

Daripada kami dikenal sebagai media yang suka memutar-balikkan fakta, menjilat kepada kekuasaan atau cari makan lewat cara-cara haram (menjadi beking narkoba, membunuh ala mafia, meraup sumbangan negara lain untuk kepentingan penanganan terorisme, atau atas nama korupsi justru melakukan praktek-praktek pemerasan yang biadab sekali).

Bertubi-tubi kami ditekan !

Pihak tersangka AA dan Komjen GM yang sama-sama patut dapat diduga terlibat dalam kasus pembunuhan NZ, makin kalap merusak KATAKAMI.

Lal
u, ada kandidat capres yang merasa bahwa tulisan-tulisan KATAKAMI sangat berpengaruh, tajam, akurat dan terpercaya (sehingga bisa menguntungkan pihak lawan politik), patut dapat diduga sudah berbulan-bulan berusaha secara “diam-diam” merusak agar KATAKAMI.COM mati suri.

Nasib sial juga menimpa semua BLOG kami, sebab patut dapat diduga ini menjadi sasaran empuk bagi kubu GORIES MERE, oknum BIN dan oknum POLRI (pendukung Sutanto) untuk dihancurkan saat KATAKAMI.COM tidak mau dan tidak bisa dikuasai untuk kepentingan mereka.

Silahkan saja, kami tidak perduli dan tidak takut !

Sapa elu, jika patut dapat diduga mereka-mereka ini menabung pelanggaran hukum dan dosa kotor yang sangat nista, kami percaya pada suatu saat mereka akan menanggung resikonya secara menyeluruh.

Menghadapi seorang perempuan yang mengelola KATAKAMI.COM, herannya … pejabat-pejabat yang patut dapat diduga adalah Presiden, Kepala BIN, Deputi BIN, Perwira-Perwira Tinggi POLRI, Para Pendekar Anti Korupsi di KPK, dan Manusia yang merasa jadi jagoan anti teror alias GORIES MERE, semuanya kalap dan bisanya cuma MERUSAK.

Itulah sebabnya, kami mohon maaf jika belakangan terlihat dan tampak jelas KEVAKUMAN pada KATAKAMI.COM.

Walau, kami memang tidak bersalah dan justru sedang menjadi korban kesewenang-wenangan yang sangat brutal. Tetapi ada tanggung jawab moral sebagai media yang terlanjur dinanti-nantikan karya-karya jurnalistiknya, maka kami merasa perlu meminta maaf.

Kami akan sabar dalam menghadapi semua kebiadaban ini dan tekun mendoakan manusia-manusia yang masih sangat percaya diri memamerkan kebiadabannya kepada kami.

Dalam doa, kami ungkapkan dan memohon sejujur-jujurnya kepada Tuhan menjadi sumber dan muara dari semua keadilan, agar kebiadaban ini (cepat atau lambat) mencapai titik akhir bagi para pelakunya.

Kami tidak akan merasa ditinggalkan oleh Tuhan (Eli Eli Lama Sabaktani). Sebab justru yang terjadi adalah kebalikannya. Tuhan ingin agar kami menjadi alat yang teguh hati dan teguh iman sebagai pewarta kebenaran didalam kehidupan.

Dengan bangga kami tutup tulisan ini seraya berkata, “Kami tidak takut, tidak akan pernah takut, berhadapan dengan semua arogansi kekuasaan dan aksi kebiadaban pihak manapun !”.

Inilah kami, jurnalis Indonesia !

Walau bernasib malang karena menjadi korban kebiadaban yang brutal, tetapi semua ini justru menandakan bahwa kami berhasil membentuk diri menjadi media yang LAYAK DIPERCAYA.

(MS)

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.